Strategi Kuliah, Diskusi dan Retorasi

Diskusi dan wacana kelas merupakan aspek sentral di antara seluruh aspek pengajaran. Penggunaan diskusi kelas yang efektif membutuhkan pemahaman tentang beberapa topik yang terkait dengan wacana dan diskusi kelas. Dalam diskusi siswa diajak untuk mencari dan memahami sebuah tema lalu menceritakannya kepada orang lain. Selain melatih kemandirian, juga melatih keberanian dan kemampuan retorika. Sebuah metode pembelajaran yang sebenarnya memiliki tujuan yang baik.

Dengan metode diskusi, suasana pembelajaran mengalami iklim akademis yang sebenarnya. Guru menjalani fungsinya sebagai fasilitator. Sementara peserta didik mengerahkan segala potensi dan kemampuannya untuk menjadi yang terbaik. Suasana kompetisi yang sehat terbangun. Tak ada kekerasan. Tak ada yang merasa kalah dan menang. Agar tujuan diskusi dapat tercapai dengan baik, maka seorang guru harus mengetahui seluk beluk tentang diskusi, seperti tahapnnya seperti apa, topik apa saja yang dapat digunakan  sebagai bahan diskusi dan lain sebagainya. Namun hal tersebut jurang dipahami oleh guru, sehingga arah dan tujuan dari diskusi kurang tercapai, sehingga rasanya penting apabila sebelum kita menggunakan metode tertentu, kita memahami dan mengerti secara mendetail tentang metode yang digunakan.

Metode diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran di mana seorang guru memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menysusun berbagai alternatif pemecahan atas sesuatu masalah. (B. Suryosubroto, 2002: 179). Cara ini menimbulkan perhatian dan perubahan tingkah laku anak dalam belajar. Metode diskusi juga di maksudkan untuk dapat merangsang siswa dalam belajar dan berfikir secara kritis dan mengeluarkan pendapatnya secara rasional dan objektif dalam pemecahan suatu masalah.

Forum diskusi dapat diikuti oleh semua siswa di dalam kelas dapat pula dibentuk kelompok-kelompok yang lebih kecil. Yang terpenting adalah siswa dapat berpartisipasi aktif di dalam setiap forum diskusi. Semakin banyak siswa terlibat dan menyumbangkan pikirannya, semakin banyak pula yang dapat mereka pelajari. Metode diskusi sangat sesuai di gunakan apabila (a). Materi yang di sajikan bersifat yang tingkat kesempatanya rendah. (b). Untuk pengembangan sikap atau tujuan-tujuan pengajaran yang bersifat efektif (c). Untuk tujuan-tujuan yang bersifat analisis sistensis dan tingkat pemahaman yang tinggi.

 

Keunggulan Metode Diskusi

a)    Melibatkan semua siswa secara langsung dalam proses belajar.

b)    Setiap siswa dapat menguji tingkat pengetahuan dan penguasaan bahan pelajarannya masing-masing

c)    Suasana kelas menjadi bergairah, dimana para siswa mencurahkan perhatian dan permikiran mereka terhadap masalah yang sedang di bicarakan.

d)   Dapat menjalin hubungan antara individu siswa hingga menimbulkan rasa harga diri,toleransi demokrasi, berfikir kritis dan sistematis.

e)    Hasil diskusi dapat di pahami oleh para siswa karena mereka secara aktif mengikuti perdebatan yang berlangsung dalam diskusi

f)     Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat.

g)    Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sumber data.

h)    Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama.

i)      Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri, menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya.

j)      Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan, atau keputusan yang akan atau telah diambil.

 

Kelemahan-Kelemahan Metode Diskusi

a)    Adanya sebagian siswa yang kurang bepartisifasi secara aktif dalam diskusi dapat menimbulkan sikap acuh tak acuh dan tidak ikut bertangung jawab terhadap hasil diskusi .

b)    Sulit meramalkan hasil yang ingin di capai karena pengunaan waktu yang terlalu panjang.

c)    Para siswa mengalami kesulitan mengeluarkan ide-ide atau pendapat mereka secara ilmiah atau sistimatis.

d)   Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.

e)    Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu.

f)     Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi.

g)    Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat.

h)    Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara.

i)      Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan, lebih rendah, remeh atau lebih bodoh.

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s