Angka Penting

  1. Angka Penting

Nelly mengukur sebatang galah dengan dua alat ukur panjang yang berbeda. Alat ukur A berskala terkecil cm (centimeter). Alat ukur B berskala terkecil mm (milimeter). Dari kedua pengukuran, diperoleh hasil sbb:

No.

Alat ukur yang digunakan

Hasil pengukuran

Hasil pengukuran dalam meter

1.

2.

A

B

246,8 cm

2467,9 cm

2,468 m

2,4679 m

Dari hasil pengukuran 2,468 m, terdapat  satu angka taksiran yaitu angka 8 dan 3 angka pasti yaitu 2,4 dan 6. Jadi terdapat 4 angka penting. Pada hasil pengukuran 2,4679 m terdapat satu angka taksiran yaitu 9 dan 4 angka pasti, yaitu angka 2,4,6 dan 7. Jadi terdapat 5 angka penting.

Angka penting adalah semua angka hasil pengukuran. Terdiri dari angka penting dan angka tafsiran.

Adapun aturan dalam penulisan angka penting adalah sebagai berikut:

  1. Semua angka bukan nol adalah angka penting. Contoh : 2,5 cm (2 angka penting).
  2. Semua angka nol yang terletak diantara angka bukan nol adalah angka penting. Contoh : 500,01 gram (5 angka penting).
  3. Angka nol disebelah kanan angka bukan nol tetapi tanpa tanda desimal, bukan angka penting. Contoh : 2300 mm (2 angka penting).
  4. Semua angka nol di sebelah kanan tanda desimal dan di sebelah kiri angka bukan nol, bukan angka penting. Contoh : 0,034 m (2 angka penting).
  5. Semua angka nol di sebelah kanan tanda desimal dan mengikuti angka bukan nol adalah angka penting. Contoh : 0,00500000 mg (6 angka penting).

Latihan:

1,034 s             =       …       angka penting

3000 m             =       …       angka penting

0,0067 g            =       …       angka penting

0,04001             =       …       angka penting

2,0120              =       …       angka penting

4,31×102           =       …       angka penting

0,90×10-1          =       …       angka penting

  1. Operasi angka penting:
    1. Penjumlahan dan pengurangan

Penulisan hasil operasi penjumlahan dan pengurangan mengikuti jumlah angka taksiran yang paling sedikit dan pembulatan dilakukan sekali saja.

16,25617,19          + (3 angka taksiran)(2 angka taksiran) 22,2561,19          – (3 angka taksiran)(2 angka taksiran)
34,44 (2 angka taksiran) 21,07 (2 angka taksiran)

2. Perkalian dan pembagian

  1. Perkalian dan pembagian

Jumlah angka penting pada hasil akhir harus mengikuti jumlah angka penting yang paling sedikit

0,5480,2              x (3 angka penting)(1 angka penting)
0,1196 (1 angka penting  à  0,1)
  1. Pembulatan angka:

Melakukan pembulatan angka dalam sains berbeda dengan dalam matematika.

Aturan pembulatannya adalah jika angkanya:

>5 →dibulatkan ke atas

<5 →dibulatkan ke bawah

= 5, berlaku:

Jika angka sebelumnya ganjil, dibulatkan ke atas

Jika angka sebelumnya genap, dibulatkan ke bawah

Contoh:

Bulatkan sampai 3 angka penting!

12,379 cm = 12,4 cm

356,329 L = 356 L

0,03455 g = 0,0346 g

1,68571 s = 1,68 s atau 1,69 s ???

Now you try:

Bulatkan sampai satu angka di belakang koma:

15,265 m

1,33 s

0,9543 g

2,6597 cm

105,0356 L

0,0698 kg

2. KESALAHAN PENGUKURAN

a. Kesalahan sistematik

1. Kesalahan kalibrasi

Kesalahan kalibrasi terjadi karena pemberian nilai skala pada saat pembuatan atau kalibrasi (standarisasi) tidak tepat. Hal ini mengakibatkan pembacaan hasil pengukuran menjadi lebih besar atau lebih kecil dari nilai sebenarnya. Kesalahan ini dapat diatasi dengan mengkalibrasi ulang alat menggunakan alat yang telah terstandarisasi.

2. Kesalahan titik nol

Kesalahan titik nol terjadi karena titik nol skala pada alat yang digunakan tidak tepat berhimpit dengan jarum penunjuk atau jarum penunjuk yang tidak bisa kembali tepat pada skala nol. Akibatnya, hasil pengukuran dapat mengalami penambahan atau pengurangan sesuai dengan selisih dari skala nol semestinya. Kesalahan titik nol dapat diatasi dengan melakukan koreksi pada penulisan hasil pengukuran

3. Kesalahan komponen alat

Kerusakan pada alat jelas sangat berpengaruh pada pembacaan alat ukur. Misalnya, pada neraca pegas. Jika pegas yang digunakan sudah lama dan aus, maka akan berpengaruh pada pengurangan konstanta pegas. Hal ini menjadikan jarum atau skala penunjuk tidak tepat pada angka nol yang membuat skala berikutnya bergeser.

4. Paralaks

Kesalahan paralaks terjadi bila ada jarak antara jarum penunjuk dengan garis-garis skala dan posisi mata pengamat tidak tegak lurus dengan jarum.


5 thoughts on “Angka Penting

      1. Angka nol di sebelah kanan angka bukan nol tanpa tanda desimal adalah bukan angka penting, kecuali diberi tanda khusus (garis bawah/atas).

        Contoh:
        502.000 mempunyai 3 angka penting

        Jadi kalau 2300 itu 2 angka penting dek, coba di cek lagi bukunya, kalau bisa bebrapa referensi dek,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s