Fungsi Homeostatis Pada Ginjal

:: Fungsi Homeostatis Pada Ginjal ::.

 

Homeostatis merujuk pada ketahapan atau mekanisme pengaturan lingkungan kesetimbangan dinamis dalam badan organisme yang konstan. Homeostatis merupakan salah satu konsep yang paling pengting dalam biologi. Bidang fisiologi dapat mengklasifikasikan mekanisme homeostatis pengaturan dalam organisme. Umpan balik homeostatis terjadi pada setiap organisme.

Ginjal merupakan pengatur pH, konsentrasi ion mineral dan komposisi air dalam darah. Ginjal mempertahankan pH plasma darah sekitar 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya urin yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8.

Pada proses pengaturan dalam tubuh manusia terdapat 2 kemungkinan, diantaranya adalah:

  1. Apabila banyak garam dalam badan dan kurang air.
  2. Apabila kurang garam dalam badan dan banyak air.

Apabila kadar garam lebih dari jumlah normal dan kurang air dalam badan, maka tekanan osmosis darah akan meningkat, osmoreseptor pada hipotalamus akan terangsang kemudian kelenjar hipofisis akan dirangsang lebih aktif untuk mensekresikan hormon ADH (antidiuretik) untuk meningkatkan permeabilitas tubulus ginjal terhadap air. Kelenjar Adrenal (hormon aldosteron) akan kurang dirangsang maka lebih banyak air diserap serta kurang ion natrium dan kalsium akan diserap kembali masuk ke dalam tubuh. Tekanan osmosis akan turun dan proses ini akan berulang hingga tekanan osmosis dalam darah mencapai angka normal.

Apabila kadar garam lebih rendah dari jumlah normal di dalam tubuh, dan lebih banyak air dalam tubuh, maka tekanan osmosis darah akan menurun, osmoreseptor pada hipotalamus akan terangsang kemudian kelenjar pituari akan kurang dirangsang untuk mensekresikan hormon ADH (antidiuretik) untuk mengurangi permeabilitas tubulus ginjal terhadap air. Kelenjar adrenal (hormon aldosteron) akan dirangsang dengan lebih aktif maka sedikit air yang dapat diserap dan lebih sedikit juga ion natrium dan kalsium yang diserap kembali masuk dalam tubuh. Tekanan osmosis akan naik dan proses ini akan berulang sehingga tekakan osmosis darah berada alam jumlah normal dan konsentrasi cairan jaringan akan kembali menjadi 98 %.

Fungsi hormon antidiuretik adalah merangsang penyerapan kembali air pada tubulus ginjal dan menambah permeabilitas tubulus ginjal terhadap air. Fungsi hormon aldosteron adalah menjaga agar ion natrium dan ion kalsium dalam darah tetap seimbang, berperan dalam penyerapan ion natrium dan ion kalsium pada tubulus ginjal akan memelihara keseimbangan air dan garam dalam darah.

Air yang tidak cocok diserap kembali dalam tubuh akan keluar sebagai air kencing.

3 thoughts on “Fungsi Homeostatis Pada Ginjal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s