Bagian Dalam Bumi

Pendahulu yang memikirkan struktur dalam bumi yang terkenal adalah Plato. Ia berpendapat bahwa bumi terdiri dari substansi berfase cair dilapisi oleh lapisan kerak yang tipis. Pada bagian-bagian kerak yang lemah diterobos susbtansi dari dalam, dan keluarlah magma kemudian timbullah gunung api.

Untuk mengetahui struktur dalam bumi tidaklah mudah. Karena pemboran terdalam yang pernah dilakukan sedalam 8 km. Akan tetapi dengan mempelajari sifat gelombang gempa bumi, dapat diketahui lebih banyak hal mengenai struktur dalam bumi.

Dari hasil mempelajari sifat gelombang gempa bumi tersebut maka dapat diketahui bahwa bumi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Kerak Bumi

Merupakan lapisan terluar yang tipis, terdiri dari batuan yang lebih ringan dibandingkan dengan batu selubung di bawahnya. Dengan densitas rata-rata 2,7 gram/cc. Ketebalannya tidak merata sehingga menimbullkan perbedaan elavasi antara benua dan samudera.

2. Selubung Bumi

Selubung bumi terletak di bawah kerak bumi. Terdiri dari batuan, ketebalannya 2885 km. Densitasnya berkisar 3,3 di dekat kerak dan 5,7 gram/cc dekat dengan bumi.

3. Inti Bumi

Inti bumi tersusun dari besi dan nikel yang terletak dari kedalaman 2900 km sampai pusat bumi. Sruktur inti bumi kompleks, sehingga dapat dibagi menjadi inti bagian dalam dan inti bagian luar.

a. Inti dalam: berupa padat, jari-jari ± 1200 km, suhu ± 4800° C. Tersusun dari kristal besi atau kristal besi nikel.

b. Inti luar: berupa zat cair yang sangat kental, ketebalan ± 2250 km, suhu ± 3900°C.

Dengan perkembangan pengetahuan kegempaan dan banyaknya stasiun gempa di bumi, yang memungkinkan mempelajari sifat perambatan gelombang-gelombang gempa, sehingga dapat diketahui struktur dalam bumi yang lebih rinci. Adapun struktur dalam bumi yang telah diperinci, yaitu:

1. Litosfer

Litosfer merupakan lapisan teratas bumi, termasuk kerak dan bagian atas selubung. Unsur penyusun Litosfer adalah oksigen (46,6%), silikon (27,7%), alumunium (8,1%), besi 5%, kalsium 3,6%, natrium 2,8%, kalium 2,6%, magnesium 2.1%. Ketebalannya sekitar 50 km di bawah samudra dan di bawah benua lebih tebal berkisar 100 km. Bersifat kaku, keras, kompak dan kuat.

2. Astenosfer

Astenosfer terdapat di bawah Litosfer, sebagian lapisan yang lunak pada bagian atas selubung, tebalnya sekitar 600 km. Lapisan ini sangat berarti karena suku dan tekanannya dalam keseimbangan yang baik sehingga materialnya dalam keadaan mendekati titik leburnya. Karena hampir melebur dan berstruktur lemah memungkinkan untuk mengalir. Pergerakan dalam lapisan ini berperan sebagai penyebab aktifitas gunung berapi dan devormasi kerak bumi.

3. Selubung

Selubung adalah lapisan yang menyelubungi inti bumi, merupakan bagian terbesar dari bumi. 82,3% dari volume dan 67,8% dari masa bumi. Bagian dalam selubung mulai batas dengan inti (2883 km) sampai 350 km dibawah tekanan sangat besar, dan meskipun suhunya sangat tinggi tetapi daya tahannya tetap besar.

4. Inti Bumi

Inti bumi merupakan pusat masa bumi, bergaris tengah 7000 km, berfase cair dan bagian dalam berfase padat densitasnya berkisar dari 9,5 gram/cc dekat selubung dan membesar kearah pusat sampai 14,5 gram/cc.

Gambar 1. Penampang Bumi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s