Penanggalan

1. Kalender Masehi

Kalender masehi merupakan kalender yang didasarkan pada perputaran matahari. Penemuan tentang kalender ini dimulai dengan kalender yang ditemukan Julian. Satu tahun dalam Kalender Julian berlangsung selama 365,25 hari. Tetapi karena putaran bumi mengelilingi matahari hanya berlangsung selama 365,2422. hari, maka setiap satu milenium, Kalender Julian kelebihan 11 – 12 hari. Masalah ini dipecahkan dengan hari-hari kabisat yang agak berbeda pada kalender baru ini. Pada kalender Julian, setiap tahun yang bisa dibagi dengan 4 merupakan tahun kabisat. Tetapi pada kalender baru ini, tahun yang bisa dibagi dengan 100 hanya dianggap sebagai tahun kabisat jika tahun ini juga bisa dibagi dengan 400. Misalkan tahun 1700, 1800 dan 1900 bukan tahun-tahun kabisat. Tetapi tahun 1600 dan 2000 merupakan tahun kabisat.

Perhitungan Penanggalan Julian sebenarnya 11 menit dan 14 detik lebih panjang atau terlalu cepat dibandingkan dengan tahun matahari. Perbedaan ini terkumpul sampai tahun 1582 saat titik equinox terjadi (siang malam sama). Hal ini mengakibatkan perhitungan hari sebenarnya kurang 10 hari. Sehingga pada tahun itu hari-hari raya gereja tidak terjadi pada musim yang seharusnya. Oleh sebab itu untuk membuat equinox (siang malam sama lama) yang musim seminya terjadi tepat pada tanggal 21 Maret 325, tahun saat Konsili Nicea I dilangsungkan, Paus Gregorius XIII mengeluarkan suatu keputusan menambahkan 10 hari dari perhitungan hari yang ada.

Akhirnya untuk mencegah kesalahan lebih lanjut pada waktu-waktu mendatang, maka Paus Gregorius XIII menetapkan suatu penanggalan, yang dikenal sebagai Penanggalan Gregorian, dengan ketentuan tambahan, bahwa tahun-tahun dalam setiap abad yang dapat dibagi dengan 400 haruslah tahun kabisat dan bahwa tahun-tahun lainnya haruslah tahun biasa. Contohnya, seperti tahun 1600 adalah tahun kabisat, tetapi 1700 dan 1800 adalah tahun umum.

Penanggalan Gregorian inilah yang kemudian dikenal dengan Penanggalan Masehi, tahun pertama kelahiran Yesus dijadikan patokan sebagai tahun 1 Masehi.  Dan akhirnya secara internasional seluruh masyarakat di muka bumi ini menggunakan Penanggalan atau Kalender Masehi untuk menghitung dan menandai waktu.

2. Kalender Hijriyah

Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut.

Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari). Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.

Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan matahari (perihelion). Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari matahari (aphelion). dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 – 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari)

Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtimak). Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.

Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan:

  1. Muharram
  2. Safar
  3. Rabiul awal
  4. Rabiul akhir
  5. Jumadil awal
  6. Jumadil akhir
  7. Rajab
  8. Sya’ban
  9. Ramadhan
  10. Syawal
  11. Dzulkaidah
  12. Dzulhijjah
3. Kalender Jawa
Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

Dekrit Sultan Agung berlaku di seluruh wilayah kerajaan Mataram II: seluruh pulau Jawa dan Madura kecuali Banten, Batavia dan Banyuwangi . Ketiga daerah terakhir ini tidak termasuk wilayah kekuasaan Sultan Agung. Pulau Bali dan Palembang yang mendapatkan pengaruh budaya Jawa, juga tidak ikut mengambil alih kalender karangan Sultan Agung ini

Daftar bulan dalam kalender Jawa-Islam adalah:

  1. Sura
  2. Sapar
  3. Mulud
  4. Bakda Mulud
  5. Jumadilawal
  6. Jumadilakir
  7. Rejeb
  8. Ruwah
  9. Pasa (Siyam)
  10. Sawal
  11. Sela (Dulkangidah)
  12. Besar (Dulkijah)

Menurut kalender masehi tahun kabisat adalah tahun-tahun yang dapat dibagi 100, bukan dibagi 4. Penyebabnya adalah adanya equinox (siang malam sama) yang juga mengakibatkan perbedaan waktu di Gregorian hingga 11-12 hari.

4 thoughts on “Penanggalan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s